Andi Gani memberikan konfirmasi tersebut di sela-sela Kongres Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) di Jakarta Pusat. Ia menyatakan dukungan penuh dari seluruh elemen pergerakan dan optimis bahwa masuknya Said Iqbal ke lingkaran istana tidak akan melunturkan daya kritisnya demi kesejahteraan kaum pekerja.
“Bung (Said) Iqbal besok mudah-mudahan, insyaAllah akan menjadi Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan. Kita dukung penuh sebagai gerakan buruh. Saya yakin tokoh-tokoh buruh yang masuk pemerintahan tidak akan meninggalkan ideologi pembelaan terhadap buruh dan tidak akan meninggalkan jalan perjuangan walaupun sudah jadi pejabat,” ujar Andi Gani, Minggu (7/6/2026).
Rencana merapatnya pentolan aktivis buruh ini ke kabinet juga telah diendus sejak beberapa hari lalu. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, membenarkan bahwa pemerintah memang tengah menggodok penempatan pos yang tepat dan sesuai dengan keahlian Said Iqbal selama ini.
Sementara itu, Said Iqbal sendiri memilih bersikap diplomatis dan tidak ingin mendahului takdir sebelum ada surat keputusan resmi yang dikeluarkan oleh pihak istana.
"Kita tunggu saja pengumuman resmi dari Mensesneg atas nama Presiden ya bang," kata Said Iqbal singkat saat dimintai konfirmasi.
Perjalanan karier Said Iqbal terbilang sangat berliku dan inspiratif. Mengawali karier sebagai buruh pabrik elektronika di Bekasi pada tahun 1992, alumni Magister Ekonomi Universitas Indonesia ini konsisten memimpin berbagai mogok nasional demi upah layak. Dedikasinya bahkan diakui secara global saat dirinya dianugerahi penghargaan sebagai Tokoh Buruh Terbaik Dunia (The Febe Elisabeth Velasquez Award) oleh serikat pekerja Belanda pada 2013 silam.

