LP-RINEWS.COM – Siswa Latihan Kerja (Latja) Bintara Polri Gelombang I Tahun 2026 di Polres Kepulauan Selayar terus mendapatkan pembekalan intensif melalui berbagai kegiatan teknis dan praktik lapangan lintas fungsi, sebagai bagian dari proses pembentukan kemampuan profesional dan pendekatan humanis dalam pelaksanaan tugas kepolisian, yang berlangsung pada Rabu, 29 April 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan meliputi bimbingan teknis fungsi Binmas di ruang Sat Binmas, patroli dialogis bersama Sat Samapta di sejumlah titik dalam kota, hingga latihan pengenalan Dalmas di lapangan apel Polres. Dalam sesi Binmas, sebanyak 15 siswa dibekali materi dasar seperti persiapan sikap tampang saat door to door, penyusunan bahan ceramah dan penyuluhan, hingga praktik langsung penyampaian pesan kepada masyarakat.
Kasat Binmas Polres Kepulauan Selayar IPTU Jufriadi, S.Sos menjelaskan bahwa pembekalan tersebut bertujuan membentuk karakter anggota Polri yang mampu berkomunikasi dengan baik serta hadir sebagai problem solver di tengah masyarakat.
“Siswa dilatih tidak hanya memahami teori, tetapi juga bagaimana menyampaikan pesan kamtibmas secara efektif dan humanis melalui kegiatan penyuluhan langsung,” ujarnya.
Sementara itu, dalam kegiatan Sat Samapta, para siswa diajak turun langsung ke lapangan melalui patroli objek vital di Jalan Sunu dan Jalan Sultan Hasanuddin, serta melakukan pengaturan arus lalu lintas. Selain itu, siswa juga berdialog dengan masyarakat dan memberikan imbauan kamtibmas sebagai bentuk pembelajaran interaktif.
Kasat Samapta Polres Kepulauan Selayar IPTU Dihar Tasbih mengatakan bahwa metode pembelajaran lapangan menjadi sarana efektif dalam membangun kepercayaan diri dan kepekaan sosial siswa.
“Melalui patroli dialogis dan pengaturan lalu lintas, siswa dapat memahami secara langsung tugas pokok Samapta serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat,” ungkapnya.
Pada sesi lanjutan, siswa juga diperkenalkan dengan peralatan Dalmas serta mengikuti latihan dasar Dalmas awal di lapangan apel Polres. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman awal terkait penanganan situasi kontinjensi secara terukur dan sesuai prosedur.
Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan Latja ini berjalan lancar dengan respons positif dari masyarakat. Para siswa diharapkan mampu mengimplementasikan seluruh materi yang diperoleh sebagai bekal dalam menjalankan tugas kepolisian ke depan, dengan mengedepankan profesionalisme, kedisiplinan, serta pendekatan yang humanis dalam setiap pelaksanaan tugas.


