LP-RINEWS.COM - Konferasi
Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) sukses menggelar Kongres III di Hotel Acacia,
Jakarta Pusat. Momentum tertinggi organisasi ini membuahkan keputusan strategis
dengan terpilihnya kembali ilamsyah (Boing) sebagai Ketua Umum dan Damar Panca
Mulya sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) untuk periode kepengurusan yang baru.
Mengusung tema
besar "Menangkan Politik Kelas Pekerja & Bangun Kemandirian
Ekonomi", kongres kali ini menyertoti evaluasi dexamal, penguatan struktur
internal, hingga pola hubungan industri di tingkat nasional.
Dalam pidato
penutupnya, Ketua Umum KPBI terpilih, Ilamsyah, menegaskan bahwa jabatan yang
kembali diembannya merupakan amanah besar yang komitmennnya harus siap diuji di
lapangan. Ia menekankan bahwa esensi sejati dari kekuatan surat buruh terletak
pada keterlibatan aktif anggotanya dalam pembuatan kebijakan, bukan hanya
mengandalkan figur kepemimpinan tunggal.
Kita
menginginkan semua kawan-kawan ini menjadi pimpinan. Kita menginginkan
kekuasaan, kita ingin masuk dalam pengambil kebijakan. Kita menginginkan
bagaimana perubahan bisa kita lakukan dan tidak lagi mengandalkan kepada orang
lain, ujar ilamsyah ya hadapan para delegasi kongres.
Ilamsyah juga
mengapresiasi dinamika demokrasi yang hidup sepanjang pelaksanaan kongres.
Menurutnya, partisipasi aktif dari seluruh tingkatan basis harus menjadi modal
utama untuk membangun kultur kerja organisasi yang sehat dan demokratis di
setiap Pimpinan Unit Kerja (PUK).
"Hanya
partisipasi kekuatan anggota yang akan menentukan kekuatan dari serikat pekerja
itu sendiri," tambahnya.
Selain
penguatan internal, Ilamsyah memetakan tantangan eksternal yang dihadapi dunia
perburuhan saat ini. Ia menggarisawahi bahwa mayoritas konflik hubungan
industri di Indonesia berakar pada pelanggaran hak-hak mendasar buruh.
Ia menyatakan
bahwa sekitar 90 persen konflik perburuhan berangkat dari pelanggaran norma
normatif. Oleh sebab itu, pengawasan ketat dari pemerintah, khususnya
Kementerian Ketenagakerjaan, harus diperkuat agar regulasi benar-benar
dilakukan dengan demenakan potensi perselisihan.
Menariknya,
KPBI kini juga mendorong pola gerakan yang lebih konstruktif melalui dialog strategis
terbuka dengan negara dan aparat, tanpa menghilangkan daya kritis organisasi.
Hal ini terlihat dari kehadiran sejumlah pejabat tinggi dalam pembukaan
kongres, termasuk Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Menteri
Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, dan Kapoli Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Di samping isu
makro seperti dampak UU Cipta Kerja dan upah minimum, KPBI turut mendorong
agenda kesejahteraan konkret yang langsung menyentuh kehidupan harian pekerja,
seperti penyediaan fasilitas daycare (tempat penitipan anak) yang layak di
kawasan industri serta penyediaan perumahan buruh yang terintegrasi guna
memotong biaya hidup dan transportasi.
Menyelaraskan
visi Ketua Umum, Sekjen KPBI terpilih Damar Panca Mulya memaparkan langkah
taktis organisasi ke depan. Damar menegaskan bahwa kepenggurusan baru memiliki
mandat besar untuk mempercepat perluasan organisasi serta memperkuat pendidikan
politik bagi para buruh di tingkat akar rumput.
Tantangan regulasi
dan perlindungan hak normatif inisiatif penting mengenai kemandirian ekonomi
serikat. Menurutnya, ketegasan sikap politik organisasi hanya bisa dijaga
apabila roda organisasi ditopang secara mandiri melalui iuran anggota yang
disiplin serta pengembangan unit usaha kooperatif, sehingga KPBI tidak memiliki
ketergantungan pada pendanaan dari pihak eksternal.
Melalui hasil
amandemen Ad/ART, rumusan komisi, dan evaluasi total dalam kongres ini, duet
kepemimpinan Ilamsyah dan Damar Panca diharapkan membawa KPBI bergerak lebih
cepat dalam mengonsolidasikan kekuatan perburuhan demi memenangkan hak-hak kelas
pekerja di Indonesia.


