Kunjungan tersebut turut didampingi Kapolsek Pasimasunggu IPTU Haryanto, Kepala Puskesmas Pasimasunggu H. Abdullah, serta Babinsa Suprianto. Kehadiran rombongan menjadi bentuk kepedulian dan empati terhadap Diska yang harus menghadapi kenyataan pahit setelah selamat dari musibah yang merenggut kedua orang tuanya.
Diska menjadi salah satu korban yang kisahnya menyentuh hati banyak orang. Remaja berusia 13 tahun itu berhasil bertahan hidup setelah terapung di lautan selama empat hari sebelum akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat.
Namun keselamatan itu harus dibayar dengan kehilangan yang begitu besar. Ayahnya ditemukan telah meninggal dunia, sementara Diska sendiri menceritakan bahwa sang ibu menghembuskan napas terakhir di pangkuannya ketika mereka masih berjuang di tengah lautan.
Kini Diska menjalani hari-harinya bersama kakak laki-lakinya yang hanya terpaut usia sekitar satu tahun, serta tinggal dalam asuhan kakek dan neneknya.
Di tengah suasana penuh haru, Hasrena Amin menyampaikan niat tulus yang membuat seluruh keluarga terdiam. Ia menyatakan keinginannya untuk mengangkat Diska sebagai anak dan siap menanggung kebutuhan hidup maupun pendidikan Diska hingga dewasa.
"Saya melihat Diska bukan hanya sebagai korban bencana, tetapi sebagai anak yang membutuhkan kasih sayang dan masa depan yang harus dijaga. Jika keluarga mengizinkan, saya ingin mengangkat Diska sebagai anak saya sendiri. Insya Allah, saya bersama suami siap mendampingi, memenuhi kebutuhan hidupnya, termasuk memastikan pendidikannya tetap berjalan hingga cita-citanya tercapai," ujar Hasrena Amin.
Mendengar niat tersebut, keluarga Diska menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan. Namun mereka meminta waktu untuk mempertimbangkan keputusan besar itu bersama seluruh keluarga.
Sementara itu, Camat Pasimasunggu Nur Amin Arsyad menegaskan bahwa kunjungan tersebut bukan sekadar silaturahmi, tetapi bentuk tanggung jawab moral pemerintah untuk memastikan korban selamat tetap mendapatkan perhatian dan pendampingan.
"Musibah ini meninggalkan luka yang sangat mendalam. Kehadiran kami adalah bentuk kepedulian agar Diska dan keluarganya tidak merasa sendiri. Pemerintah kecamatan akan terus berupaya memberikan dukungan sesuai kemampuan yang kami miliki," kata Nur Amin Arsyad.
Kisah Diska menjadi pengingat bahwa di balik tragedi selalu ada harapan yang lahir dari kepedulian sesama. Niat tulus Hasrena Amin membuka pintu harapan baru bagi seorang anak yang harus kehilangan kedua orang tuanya di usia yang masih sangat belia.


