LP-RINEWS.COM
- Perang
terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkoba membutuhkan keberanian, kekuatan
organisasi, serta sinergi dari seluruh elemen bangsa. Semangat inilah yang
melandasi kunjungan Presiden DPP Generasi Anti Narkotika Nasional (GANN),
Sanghaji Bima, ke Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Kehadiran
jimpinan pusat GANN tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat
konsolidasi internal sekaligus mempererat silaturahmi. Dalam agenda tersebut,
Sanghaji Bima didampingi Ketua DPC GANN Bulukumba, Rosmaniar Raja Mully, dan
Ketua DPC GANN Luwu Timur, Andi Yuliarni, menggelar pertemuan dengan Bupati
Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf. Silaturahmi ini menjadi ruang strategis
untuk menyelaraskan komunikasi dan membangun kolaborasi nyata dalam membendung
ancaman peredaran gelap narkotika.
Bukan
Sekadar Slogan, melainkan Gerakan Nyata
GANN
menegaskan bahwa perlawanan terhadap narkoba tidak boleh berhenti pada slogan
belaka. Diperlukan tindakan konkret melalui edukasi, langkah pencegahan,
kepedulian publik, serta penguatan peran generasi muda. Hal ini hanya bisa
dicapai lewat kerja sama erat antara pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga
pendidikan, dan seluruh lapisan masyarakat.
Ketua DPC
GANN Bulukumba, Rosmaniar Raja Mully, menyatakan kesiapan pihaknya untuk
mengoptimalkan peran organisasi di tengah masyarakat.
"Kami
siap terus bergerak dan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Bulukumba
serta seluruh pemangku kepentingan. Perjuangan melawan narkoba adalah tugas
bersama demi menyelamatkan masa depan generasi bangsa," tegas Rosmaniar.
Satukan
Langkah, Perkuat Sinergi Antardaerah
Kehadiran
pengurus DPC GANN Luwu Timur dalam ajang konsolidasi di Bulukumba ini
mempertegas pentingnya soliditas antardaerah. Dari Bulukumba, sebuah pesan
penting
digaungkan:
tidak ada ruang bagi narkoba, dan jangan biarkan masa depan anak muda
terenggut.
Kunjungan
Presiden DPP GANN ini mempertegas komitmen organisasi dalam menjalankan misi
kemanusiaan untuk mewujudkan Indonesia yang bersih dari narkoba (Bersinar).


