LP-RINEWS.COM — Dewan Pimpinan Cabang Generasi Anti Narkotika Nasional Kabupaten Kolaka, yang dikomandoi oleh *Kandaku Rustam* selaku Ketua DPC, *Ani Sumarni* Selaku sekretaris *Indira Bendahara *;Syamsir dan Agustan* Selaku Wakil Ketua dan Andi Muh Ashir sebagai Kadiv Okk, kami pengurus Gann Kolaka terus bergerak di tengah keterbatasan.
Organisasi kemasyarakatan yang disingkat *GANN* ini memiliki tugas pokok dan fungsi utama sebagai garda terdepan dalam *mensosialisasikan bahaya narkoba, mengedukasi masyarakat, dan memberikan penyuluhan* demi mewujudkan masyarakat sehat dan generasi berprestasi tanpa penyalahgunaan narkoba.
"Visi kami jelas. Kami hadir untuk memastikan masyarakat Kolaka tahu bahaya narkoba, paham dampaknya, dan punya kemampuan untuk menolak. Tujuannya satu: *Kolaka Bersinar - Bersih dari Narkoba*," ujar Kandaku Rustam saat ditemui di Sekretariat DPC GANN Kolaka, Selasa (5/8/2026).
# *Berjuang di Tengah Minimnya Dukungan*
Namun di tengah semangat pengabdian tersebut, GANN Kolaka harus menghadapi tantangan besar. Menurut Kandaku Rustam, hingga saat ini dukungan dari berbagai pihak masih sangat minim.
"Jujur saja, tidak semua pihak mendukung keberadaan kami sebagai penggiat anti narkoba. Dari hasil pemetaan kami, dukungan nyata baik dari instansi pemerintah maupun masyarakat umum itu hanya sekitar *0,5 persen*," ungkap Sekretaris GANN Kolaka(Sumarni)
Kondisi ini semakin diperparah dengan adanya kebijakan *efisiensi anggaran* di lingkup pemerintahan. Akibatnya, GANN Kolaka sampai saat ini belum pernah menerima bantuan berupa dana operasional, sarana, maupun program kerja sama dari instansi terkait.
"Tidak ada sama sekali bantuan materi. Tidak ada perhatian khusus dari stakeholder terkait narkoba untuk mengajak kami duduk bersama mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba yang kian meresahkan di Kabupaten Kolaka," jelasnya.
# *Belum Pernah Dapat Pelatihan*
Yang lebih memprihatinkan lagi, lanjut Kandaku Rustam, sejak terbentuknya DPC GANN Kabupaten Kolaka, belum pernah ada pelatihan, Bimbingan Teknis, maupun Training of Trainer (TOT) dari pihak berwenang.
"Padahal kami sangat butuh itu. Kami butuh bekal, butuh trik dan strategi bagaimana cara mengajak masyarakat, khususnya remaja, untuk bersama-sama mencegah narkoba. Tanpa ilmu dan pembinaan, gerakan kami seperti jalan di tempat," tegasnya.
# *Tetap Bergerak dengan Semangat Swadaya*
Meski demikian, Kandaku Rustam menegaskan bahwa GANN Kolaka tidak akan berhenti. Seluruh pengurus dan anggota, termasuk Srikandi GANN, tetap bergerak secara swadaya. Kegiatan seperti pembagian brosur, sosialisasi di sekolah, penyuluhan di desa, hingga kegiatan lomba 17 Agustus terus dilakukan sebagai bentuk partisipasi nyata.
"Kami tidak menunggu. Kalau menunggu bantuan, kapan masyarakat diedukasi? Kami lakukan sebisa kami. Karena ini menyangkut masa depan anak-anak kita," Sekretaris GANN Kolaka menambahkan..
Ia pun berharap ke depan Pemerintah Daerah, BNN, dan para stakeholder terkait dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas. Karena menurutnya, memberantas narkoba tidak bisa hanya mengandalkan satu lembaga. Dibutuhkan sinergi semua elemen.
"Kami siap menjadi mitra. Kami siap dilatih. Yang kami butuhkan hanya pengakuan dan dukungan agar gerakan ini bisa lebih besar dan berdampak," tutup Kandaku Rustam.

