LP-RINEWS.COM - Gerakan Peduli Kesehatan Masyarakat Miskin
(Gerdu Kesmaskin) yang digencarkan Baznas Selayar, belakangan ini menjadi idola para donatur
untuk menyerahkan sebagian hartanya sebagai Infaq terikat dalam rangka membantu warga miskin yang
membutuhkan Pelayanan Mobil ambulance di Selayar, dan juga rumah singgah di
Makassar.
Gerdu Kesmaskin digagas oleh Saiful Arif
sejak direkrut dan bergabung dengan BAZNAS di Posisi Koordinator Auditor
Internal, awal Mei Tahun 2025 lalu.
Sebagai Ketua PMI, Saiful Arif merasakan
Kesulitan Warga Miskin yang butuh Mobil Ambulance, jika yang bersangkutan tidak
bisa dilayani dengan Gratis karena tidak terdaftar sebagai pemilik Kartu BPJS
Kesehatan.
Sementara biaya operasional PMI juga tak
akan sanggup melayani warga miskin secara gratis dengan menggunakan Mobil
Ambulance PMI.
Jiwa dan rasa sensitif Saiful Arif
mendorongnya untuk mempertemukan kedua organisasi / Badan dan lembaga yang
digelutinya sebagai Medan pengabdiannya setelah jabatannya sebagai Wakil Bupati
berakhir, dan mengikatnya dalam Perjanjian Kerjasama yang saling mendukung dan
melengkapi.
Sumber dana
Gerdukesmakin pada umumnya berasal
dari anggota Majlis Taklim / pengajian Binaan Saiful Arif, antara lain
di Lembangia, Lembang Jaya, Barugaia, Mardekayya, Batangmata, Batangmata Sapo, Kerukunan
Keluarga (KK) Lowa, KK Lantibongang, KK Mandar, KK Sampu Sampu, Masjid Nurul
Yasin Bonea.
Di samping itu, ada juga sumber lain, yakni
organisasi yang dipimpinnya, antara lain Dewan Masjid (DMI), Forum Silaturrahim
Antar Muballigh (Forsam), IPHI, dan PMI,
serta dari masyarakat muslim, baik di Selayar, maupun di perantauan.
Penggunaannya untuk Pelayanan Mobil
ambulance, kerja sama PMI dan BAZNAS Selayar dan Peningkatan Pelayanan Rumah
Singgah di Makassar.
Staf BAZNAS yang "Supiana",
menginfokan, sejak ditawarkannya Gerdu Kesmaskin hingga Pemasukan Agustus 2026 ini, terhimpun dana
sebesar Rp. 41.373.500 dan telah dimanfaatkan untuk melayani Warga bersyarat sejumlah
Rp. 23.520.000, dan masih berSaldo Rp. 17.853.500
Jumlah warga yang telah dilayani, lanjut
Pia, sebanyak 86 org. Baik jenazah, maupun
orang sakit. Di samping itu, juga melayani warga yang dirujuk ke
Makassar untuk nginap di Rumah Singgah dengan Gratis bahan makanan, juga biaya
Air bersih dan listrik serta sewa kamar.


