LP-RINEWS.COM - Tak berhenti berupaya, BAZNAS bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kep. Selayar, terus berupaya menggali informasi terkait keluarga 14 orang penumpang KLM Nurul Salsabila yang hingga kini belum ditemukan.
Adalah Patta Lolo DM, BA, yang sehari harinya
tercatat sebagai aktifis PMI Selayar, menjadi sumber informasi. Dia berkunjung
ke Kantor BAZNAS, menemui Ketua BAZNAS, H. Odding Karim dan para Wakil Ketua,
Selasa (11-8) pagi, sekitar jam 09.00.
Tak butuh waktu lama, Waka II Leonardo M.
Siregar segera menghubungi Ketua Dewan Masjid Indonesia, Saiful Arif, dan
mengajaknya untuk mengantarkan dana santunan pada Warda Safira, yang saat ini
menjadi "yatim Piatu" dan
hidup sebatang kara, karena hingga kini, ibunya, Sitti Ramadhan, dan adik
semata wayangnya, Andi Januari, korban Lakalaut, atas tenggelamnya KLM Nurul Salsabila, belum
ditemukan. Patta Lolo, yang juga pernah mengabdi sebagai Pimpinan di BAZNAS
pada periode sebelumnya, menjadi Penunjuk Jalan. Warda sementara numpang pada
keluarga Tantenya, Andi Sri, adik Ibunya, yang tinggal bersama suaminya,
Alfian, di Ujung Selatan Jalan Jend. A. Yani, Benteng Selatan, Kec. Benteng.
Kepada Ketua DMI, Saiful Arif, bersama
Ketua BAZNAS, Odding Karim didampingi, Waka IV, Abd. Karim, Waka II, Leo M.
Siregar, dan Staf Baznas, Ayyub, Warda bercerita, bapaknya, Anwar Kadir, telah
meninggal, 1 Januari 2014 lalu, sepekan
sebelum adiknya, Andi Januari, lahir di tgl 6 Januari tahun tersebut.
Adik saya, lanjut Warda dengan suara
terputus, karena perasaan haru dan sedih, sudah kami daftarkan untuk lanjut
pendidikannya di salah satu sekolah di kota ini (SMP 3, red). Namun hingga
kini, kami belum dapat kabar, di mana mereka berada. Apakah masih hidup, atau
sudah meninggal.
Kepada pewarta, Waka II BAZNAS, Leo, menyatakan,
BAZNAS dan DMI serentak membikin "Open Donasi" , hasilnya kemudian
disatukan dan disalurkan kepada para keluarga korban yang saat ini, belum
ditemukan, dengan prinsip pemerataan, proforsional dan rasional.
Ada satu penumpang di antara 14 orang yang
belum ditemukan, namun belum ada pihak keluarganya yang melapor, karena itu,
yang bersangkutan tetap dicatat, dan keluarganya, akan tetap diberi santunan,
jika belakangan ada yang melapor sebagai keluarganya.."Demikian petunjuk
Pak Wakil Bupati", kunci Waka II BAZNAS, Leonardo M. Siregar, sebelum
penyerahan Santunan berupa uang tunai yang diterima Warda, untuk atas nama
Ibunya Sitti Ramadhan, dan adiknya Andi Januari, disaksikan tantenya, Adik
Ibunya, Andi Sri dan suaminya, Alfian, serta Patta Lolo yang juga masih
berhubungan keluarga dengan Warda.
Dalam penelusuran pewarta, Warda Safira,
yang orang tuanya punya rumah di Parappa, sejak 8 bulan lalu, tinggal di Home
Stay Belawa, milik Ambo Upe, tempatnya
bekerja. Sejak Warda mendapat musibah, Ambo Upe membebaskannya untuk sementara,
tidak bertugas dulu. Rumahnya sedang dipertimbangkan untuk dijual, namun masih
menunggu perkembangan informasi tentang Ibu dan adik Warda.


