Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

May Day Fest 2026 di Makassar: Momentum Kebangkitan dan Persatuan Buruh

PUANG IMRAN (DIRUT/PEMRED)
Selasa, 14 April 2026, 4/14/2026 WIB Last Updated 2026-04-14T03:21:21Z

LP-RINEWS.COM - Semangat May Day 2026 dipastikan akan mengguncang Kota Makassar. Gelaran May Day Fest 2026 yang akan berlangsung pada 1 Mei mendatang di Anjungan Pantai Losari diproyeksikan menjadi momentum kebangkitan gerakan buruh terbesar tahun ini, dengan partisipasi massa yang terus meningkat.

Kegiatan akbar ini dimotori oleh Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) dan JARNAS Indonesia sebagai penggerak konsolidasi kekuatan buruh dan masyarakat. May Day Fest 2026 tidak hanya menjadi ajang peringatan, tetapi juga simbol persatuan, solidaritas, serta dorongan kuat untuk perubahan yang lebih adil bagi kelas pekerja.


Berdasarkan keterangan resmi panitia pelaksana pada Minggu, 12 April 2026 di Makassar, sejumlah agenda utama akan memeriahkan kegiatan ini, di antaranya fun walk, bazar murah dan UMKM, vergradering (rapat umum), serta panggung buruh yang menjadi pusat ekspresi, hiburan, sekaligus penyampaian aspirasi massa.


Ketua Panitia, Delandy, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kebangkitan solidaritas buruh dan rakyat.


“May Day Fest 2026 bukan sekadar seremoni, ini adalah panggung rakyat. Kami ingin menunjukkan bahwa buruh itu kuat, bersatu, dan memiliki peran besar dalam pembangunan,” tegasnya.


Ia juga menyampaikan harapan agar pemerintah turut hadir dan memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini.


“Kami berharap Pemerintah Kota Makassar, Kapolda, Pangkoarmada, dan Pangdam Hasanuddin dapat

 memberikan dukungan penuh, karena ini adalah gerakan bersama yang membawa dampak positif bagi masyarakat luas,” tambahnya.


Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) yang juga Ketua JARNAS Indonesia Sulawesi Selatan, Akhmad Rianto, S.H., menegaskan bahwa momentum May Day harus menjadi kekuatan penggerak perekonomian bangsa bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk petani, rakyat miskin kota, pedagang kaki lima, pedagang pasar tradisional, pekerja rumah tangga, serta kelompok perempuan dan penyandang disabilitas.


Menurutnya, di tengah situasi global saat ini, kaum buruh mendorong agar kemandirian bangsa segera dibangun di berbagai sektor strategis seperti pertanian, pertambangan, kelautan, pelabuhan, dan pertanahan, guna mewujudkan kedaulatan sebagai negara bangsa.


“Ini saatnya buruh bersatu dan menunjukkan kekuatannya. May Day adalah momentum perjuangan, bukan sekadar perayaan. Kita menginginkan perubahan nyata,” ujarnya.


Senada dengan itu, Ketua Wilayah KPBI Makassar, Tono, yang akrab disapa Bung Tono, menegaskan bahwa peringatan May Day tahun ini menjadi langkah baru dalam metode perjuangan buruh.


“May Day 2026 berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya identik dengan aksi demonstrasi di jalan, kali ini kita hadir dengan pendekatan yang lebih elegan, dinamis, persuasif, dan humanis. Ini menunjukkan bahwa buruh mampu berinteraksi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah,” ujarnya.


Ia juga menekankan pentingnya meluruskan pemahaman masyarakat tentang buruh.


“Perlu diingat, buruh bukan hanya mereka yang bekerja di pabrik. Buruh adalah seluruh kelompok pekerja dari berbagai sektor. Kita adalah penopang devisa negara dan sudah sepatutnya mendapatkan kesejahteraan sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang,” tegas Bung Tono.

Berdasarkan pantauan awak media, antusiasme masyarakat terus meningkat. 


Hingga saat ini, jumlah peserta yang telah mendaftar mencapai kurang lebih 3.000 orang dan diperkirakan akan terus bertambah hingga hari pelaksanaan.


Dengan semangat besar melalui slogan “Bangkit, Lawan, Hancurkan Tirani”, May Day Fest 2026 diyakini akan menjadi salah satu peringatan Hari Buruh terbesar dan paling berpengaruh di Sulawesi Selatan, sekaligus menegaskan bahwa suara buruh adalah kekuatan yang tidak dapat diabaikan.

Komentar

Tampilkan

  • May Day Fest 2026 di Makassar: Momentum Kebangkitan dan Persatuan Buruh
  • 0

Terkini